Kamis, 27 Januari 2011
Perempuan lugu dan tidak masuk akal
Ada cerita dari tukang sayur yang sering mampir dirumah. Orangnya lugu, sederhana dan jujur. Dia bercerita mengenai kehidupan keluarganya. Dapat dikatakan ndilalah ataupun memang suatu kehidupan yang mesti dijalani. Waktu dia di Jakarta bekerja sebagai pembantu rumah tangga, secara singkat diperkenalkan dengan seseorang yang bekerja sebagai buruh bangunan. Tempo seminggu dilamar untuk dijadikan istri. Majikannya sudah memperingatkan agar hati-hati, dipikir-pikir dulu. Menurut cerita dia langsung mau, karena tidak baik seorang wanita menolak pinangan seorang pria, apabila menolak menurut keyakinannya seumur hidup akan sengsara. Mulailah kehidupan berkeluarga dijalaninya. tidak lama kemudian suaminya yang bertabiat buruk melakukan perselingkuhan dengan wanita lain.Disadari terjadi perselingkuhan dan kemungkinan terjadi perpisahan, dengan pikiran yang lugu dia minta suaminya agar secepatnya memberikan anak. Dalam pikirannya dia tidak mau nanti hidup tua tidak ada yang mendampinginya. Akhirnya terjadilah kehamilan. Dalam keadaan hamil memutuskan untuk berpisah dan kembali ke orang tuanya sampai sekarang. Suatu yang mustahil dan tak masuk akal bagi pikiran kita semua. Mengapa harus bersusah payah hamil kalo sudah tahu akan ditinggal suaminya. Tidak masuk akal dan bodoh perbuatan tersebut dimata kita, tetapi suatu pemikiran yang sangat manusiawi dan butuh pengorbanan yang besar untuk memutuskannya. Inilah hidup butuh pengorbanan, ketulusan, tanpa pamrih apapun. Sekarang dia hidup sendiri dengan anak semata wayang yang akan dididik dengan baik dan akan membuktikan kepada bapaknya di kelak kemudian hari. Dia punya keyakinan jalan hidup yang ditempuh. Demikian kisahnya, Salam dari Agus Wiatma
Minggu, 23 Januari 2011
PKD Atambua dan PKD Tambak
Tidak terasa sudah 4 bulan bolak-balik Purwokerto-Atambua. Waktu tempuh yang lumayan lama membuat kaki dan badan rasanya remuk. Sebetulnya lama perjalanan hanya pada perjalanan Kupang Atambua, yang ditempuh dengan perjalanan darat selama 6 jam. Lelah badan terobati dengan hadirnya pembandangan menakjubkan sepanjang Kupang-Atambua. Sesampai di Atambua tugas sudah menanti dan harus segera diselesaikan. Ada banyak hal yang harus dikembangkan di kota yang berbatasan langsung dengan Timor Leste ini. Desa-desa yang jauh dan transportasi yang sulit dengan medan yang naik turun dan berbatuan. Adat tradisi yang kuat masih mewarnai kehidupan masyarakat Atambua. Tanah-tanah garapan sebagian besar masih berupa tanah ulayat, turun temurun dikerjakan oleh rumpun adat. Masalah kesehatan masih merupakan prioritas yang harus dikembangkan. Arah menuju peningkatan kesehatanb sudah nampak, terbukti dengan berdirinya gedung-gedung PKD yang relatif bagus yang didanai oleh PNPM. namun ada perbedaan yang menyolok antara PKD di PKM saya ( Tambak 1 ) dengan PKD di Atambua. PKD dfi Tambak gedung jelek tetapi pengelolanya ( SDM )ada, tetapi di Atambua dengan gedung yang sudah cukup baik ternyata SDM nya tidak ada atau tidak ditempati. Sehingga gedung yang ada pemanfaatannya kurang optimal, atau bahkan terkesan dibiarkan. Sangat menyedihkan memang, tetapi mau bagaimana lagi. Kanmi yang di Tambak 1 setengah mati ingin mempunyai PKD, ternyata nun jauh disana ada PKD yang tidak dimanfaatkan. Mudah-mudahan Pemda kab Banyumas segera menyadari pentingnya PKD disetiap desa, jangan berlindung dibalik tidak adanya pembiayaan saja. Demikian sekelunit laporan perjalanan saya. Terima kasih salam dari Agus.
Rabu, 12 Januari 2011
Sablengnya Yupe
Suasana Puskesmas tambak I sekarang ada perubahan sedikit menggembirakan. Penyebab pastinya sangat sederhana, cuma ada tambahan satu karyawan yang oleh temennya dipanggil Yupe. Emang bener Yupe, tapi bukan Yulia Peres, nama aslinya Yuliyanti Permane. Apa yang meyebabkan dipanggil Yupe, mungkin tingkahlakunya yang agak-agak mirip atau mungkin pengin kejupe-jupean. Ngga marah juga disamain sama Yupe, bahkan mungkin senang kalau dipanggil Yupe. Apalagi kalo difoto, wah narsis banget si Yupe. Up load foto tiap hari di facebook, chating merupakan kegilaan hariannya si Yupe. Nah status si Yupe Tambak ini sampai saat ini masih Jomblo, mungkin ada yang ngarep boleh deh langsung add facebooknya. Hati-hati juga soalnya si Yupe ini banyak maunya. Untuk special boyfriend maunya yang brondong-brondong. Tapi ngga perlu juga kuatir, si Yupe ini udah pegawai Negeri, rajin kerjanya, hemat, ngga pernah foya-foya, suka menanung, cuma yang ditabung ngga ada. Nah itulah si Yupe yang sekarang menjadi primadona pasien yang berobat di Puskesmas Tambak I. Salam untuk semua, Agus Witma
Raker Tahunan
Bertempat di hotel Cadika, seluruh karyawan Puskesmas menghadiri rapat kerja tahunan. Seharian penuh karyawan berdiskusi dipimpin kepala Puskesmas. Banyak perkembangan yang sudah dicapai oleh Puskesmas I Tambak.Awal perkembangan yang baik adalah terciptanya lingkungan kerja yang menyenangkan. Kinerja karyawan sedikit banyak sudah ada kemajuan. Target Puskesmas sudah melebihi 95 % untuk setiap programnya. Walaupun begitu masih ada kendala yang menghambat dalam pengembangan Puskesmas.Kendala tersebut masih lumrah dan masih dalam batas wajar. Semangat karyawan sangat tinggi manakala diskusi pemetaan program untuk tahun 2011. Harapan besar terwujudnya blue print tahunan Puskesmas Tambak I. Akhirnya selesailah sudah satu hari penuh draft rancangan kerja Puskesmas I Tambak. Mudah-mudahan draft tadi menjadi master dalam pengembangan Puskesmas I Tambak selanjutnya. Terima Kasih atas partisipasi seluruh karyawan. Salam Agus Wiatma Tambak
Minggu, 26 Desember 2010
Pengumuman CPNS
Pengumuman
Besok Hari Selasa tanggal 28 Desember 2010
Pengumuman hasil tes CPNS
Selamat dan sukses
Hubungi no Tilp 0287 472 495
Besok Hari Selasa tanggal 28 Desember 2010
Pengumuman hasil tes CPNS
Selamat dan sukses
Hubungi no Tilp 0287 472 495
Senin, 13 Desember 2010
Sembarang Saja
Lama sekali rasanya tidak menulis. Ada banyak hal yang mengganggu, tetapi malas untuk menulisnya. Persoalan hampir sama semua sehingga kalau ditulis hanya mengulang-ulang masalah dan hasilnyapun hampir serupa yaitu tidak ada solusinya. Tetapi tangan dan otak ini sebenarnya harus selalu diasah supaya tidak tumpul dan jari juga tidak kaku untuk mengetik. Hal ini nampak sederhana tetapi orang yang konsisten melakukannya akan selalu terasah dan dapat mempertahankan kompetensinya. Walaupun secara sederhana mengungkapkan perasaan hati, perasaan tersebut sulit untuk keluar apabila kita terus menahannya. Maka luapkanlah segala perasaan hati dalam tulisan ,asal tidak mengganggu orang lain maka sah-sah saja kita berteriak marah dengan tulisan kita. Hanya dengan adanya UU It kita juga harus hati-hati dalam menuliskan sesuatu. Dahulu saya berpikir bahwa dengan adanya dunia maya kita dapat melampiaskan segala sesuatu dengan bebas, tetapi tidak semudah itu, apabila kata-kata kita menyinggung atau merugikan orang lain, ada UU yang mengawasinya. jadi di dunia ini tidak ada yang bebas, selalu ada saja aturan baik tertulis maupun tidak tertulis. Demikian sekedar melemaskan otot jari dan mencairkan otak yang lama beku. Salam Agus
Jumat, 24 September 2010
Hubungan kinerja dan silaturahim
Lepas penat menangani arus mudik lebaran, Keluarga Besar PKM I Tambak mengadakan silaturahim yang dihadiri oleh semua karyawan beserta keluarganya. Baru kali ini silaturahim diadakan agak istimewa. Disamping melibatkan semua karyawan, tempat yang dipilihpun lumayan representatif. Makna pertemuan ini sebenarnya sama dengan silaturahim yang lainnya . Dalam kontek manajemen Puskesmas agak istimewa karena merupakan program pendekatan kekeluargaan. Dalam lingkungan kerja yang menyenangkan akan memberikan kenyamanan dalam bekerja. Hasil yang dicapai adalah peningkatan kinerja. Ini adalah salah satu hasil penelitian yang dapat diipertanggungjawabkan. Hal-hal yang kecil ini yang seharusnya dipupuk terus menerus untuk menjaga etos kerja karyawan. Mudah-mudahan ini menjadi awal yang baik bagi Puskesmas I Tambak. Selamat bersilaturahim. Salam dari Tambak. drg Agus Wiatma
Senin, 06 September 2010
SELAMAT HARI RAYA IDUL FITRI
Karyawan dan karyawati Puskesmas I Tambak mengucapkan'
SELAMAT HARI RAYA IDUL FITRI TH 1431 H
MOHON MAAF LAHIR DAN BATIN
SELAMAT HARI RAYA IDUL FITRI TH 1431 H
MOHON MAAF LAHIR DAN BATIN
Jumat, 02 Juli 2010
Continuous Improvement
Seringkali kita lupa bahwa untuk mencapai tujuan yang kita inginkan mengabaikan perubahan yang terus menerus.Hidup di masa sekarang inginnya serba instan. Kemapanan yang sudah ada kita pertahankan terus menerus sehingga lupa telah terjadi perubahan disekeliling kita, dan suatu kali kita yang sudah mapan jatuh terpuruk dan tidak ada obatnya.Nah lo kalo sudah terpuruk kita saling menyalahkan . Survival adalah kata pertama yang harus kita pegang dalam menghadapi dunia yang cepat berubah. Turbulensi dalam segala bidang memaksa kita berpikir cepat untuk menghadapinya. Hal ini semua bisa kita capai apabila kita dengan cepat mengadakan perubahan. Perubahan dan pengembangan yang berkelanjutan merupakan jalan meretas ke tujuan yang kita dambakan. Oleh karena itu mari kita sama2 berjuang dan selalu tanggap terhadap perubahan dan melakukan pengembangan2 berkelanjutan, dan janganlah kita berpuas diri hari ini, masih banyak yang harus kita hadapi dan kembangkan dimasa depan. Terima kasih
Senin, 24 Mei 2010
Bidan Ika dan Posyandu terpencil
Amanah untuk menjalankan tugas sebagai kepala Puskesmas memaksaku berkeliling wilayah baru yang terpencil. Awalnya mungkin ngga percaya hari gini PKM di wilayah banyumas masih ada yang terpencil. Diantar oleh bidan desa setempat daerah waktu agung dengan tukang ojek berpengalaman Bp sarwin kami berangkat. Susah payah kami mencapainya bahkan sampai jatuh dari motor karena licin. Untung ada semangat dan doa hingga tidak terjadi kecelakaan yang fatal. Benar2 terpencil grumbul yang dinamakan Karangjambe, Grumbul ini dihuni sekitar 90 kk dan terdiri dari 2 Rt. Posyandu dilaksanakan insidentil sesuai dengan kebutuhan. Rata-rata ibu balita masih dibawah 20 tahun. Kawin muda sudah menjadi adat grumbul ini. Ibu muda ini rata2 hanya tamatan SD. Menurut Pak RT setempat anak sekolah hanya tamat SD, kemudian bekerja di Bandung Jakarta. Satu dua tahun merantau pulang dan kawin. Ibu muda ini ditinggal di rumah , sedangkan suami merantau setelah meninggalkan anak.Yang tetap tinggal di grumbul tersebut terdiri dari pasangan setempat . Pekerjaan harian adalah penderes dan pencari kayu. Dengan adanya bidan IKa kesehatan Balita lumayan tercover karena bidan ini rajin. Imunisasi Balita lumayan lengkap. Pertolongan persalinan juga lancar. hal inilah yang tidak terbayangkan sebelumnya bahwa masih ada daerah yang sangat terpencil di Kab banyumas. Dinas Kesehatan mungkin juga tidak mengetahui. Menurut orang yang berdomisili di Karangjambe belum pernah ada tim kesehatan sebelumnya yang meninjau dan langsung memberi pelayanan di tempat ini. Bersyukur dan awal yang baik bahwa aku beserta tim menyempatkan berkunjung di daerah ini. Mudah-mudahan kami tetap bersemangat amin.
Jumat, 02 April 2010
Mutasi ?, Wajar atau Disingkirkan ?!!!!
Promosi dan Mutasi adalah kata yang sangat melekat dalam kehidupan pegawai terutama goverment employs. Dalam sistim promosi dan mutasi sudah tertuang dalam kebijakan Pemda ataupun dalam sistim kepegawaian daerah. Aturan main sudah dibuat dan mestinya ditaati. Promosidan mutasi sangat didasari oleh prestasi seseorang dan kebutuhan penempatan pada posisi yang benar. Sekarang ini promosi dan mutasi agak sulit ditebak arahnya. Kompetensi seseorang bukan menjadi rujukan untuk promosi. Ditengarai faktor kedekatan, like and dislike masih menjadi faktor yang amat dominan. Bukti memang tidak ada, tetapi arahnya nampak jelas. Kalau dalam hukum ditengarai adanya Markus ( Makelar Kasus), dalam promosi maupun mutasipun tanda dan jejak Marjab ( Makelar jabatan ) ada dan sudah kelihatan walaupun bukti belum mendukung. Alasan Dewan jabatan kalau ada seseorang yang komplain karena dirugikan akibat promosi dan mutasi sangat sederhana, yaitu, bahwa sesuai dengan aturan promosi dan mutasi adalah hal yang wajar. Untuk itu seseorang yang merasa dirugikan akibat tindakan promosi dan mutasi tidak ada kata lain terimalah dan bersabarlah, sekarang ini kekuasaan sangat berperan untuk mengubah segalanya. Berdoalah jabatan itu hanya sementara, orang yang kepalanya selalu mendongak keatas suatu saat akan terasa pegal dan terantuk batu , maka menunduklah dan selalu waspada agar tidak terantuk oleh kehidupan yang semakin kompleks. Sing eling lan waspada.
Jumat, 08 Januari 2010
Persaingan Usaha Kesehatan
Menjamurnya tempat-temat pelayanan Kesehatan sekarang ini menjadi fenomena yang mnarik.Mengapa bayak sekali orang yang ingin mendirikan pusat pelayanan kesehatan, baik itu berupa Balai pengobatan, Klinik Spesialis, BPS, ataupun rumah sakit.Mungkin dalam studi kelayakan ditemui bahwa di suatu daerah tertentu masih layak untuk didirikan sebuah peayanan Kesehatan. Dalam pengajuan perijinan pendirian RS memang disyaratkan adanya studi kelayakan. Regulasi pemerintah juga mengatur mengenai pendirian pusat layanan Kesehatan. Swasta diharapkan membantu untuk meningkatkan derajat kesehatan masyarakat. Yang terjadi sekarang RS BP Swasta dan sebaginya menumpuk dalam suatu wilayah dan tidak menyebar. Dalam arti kata daerah tersebut masih menguntungkan secara fnansial untuk sebuah RS maupun BP. Padahal dalam melayani kesehatan masyarakat tidak semata-mata berorientasi keuntungan. Yang terjadi sekarang justru terjadi persaingan usaha. Ada RS yang memberikan return Fee kepada perujuk pasien. Besarnya bervariasi antara 5-15 % dari total biaya pasien. Ini sangat menggiurkan bagi para perujuk, tetapi sangat merugikan bagi pasien. Untuk kasus2 kecelakaan biasanya pasien tidak berpikir untuk biayanya, karena biasanya biaya ditanggung oleh jasa raharja maupun orang yang menyebabkan terjadi kecelakaan. Bisnis mungkin sangat menggiurkan hingga semua orang tahu berapa rupiah yang akan diterima bila merujuk kesuatu RS tertentu. Tidak mudah memang membedakan pelayanan yang seperti ini, tetapi semua orang kelihatannya terkontaminasi. marilah kita kembali ke fung si yang baik. Kita melayani dengan sebaik-baiknya. Jangan berbuat dengan memberi beban kepada orang lain,apalagi orang yang baru terkena musibah. Demikian Salam dari Kemranjen
Minggu, 22 November 2009
Pendapatan Puskesmas sebagai PAD
Apa ngga salah tuh judul diatas. Harusnya sih salah tapi kok ya terjadi aja di bumi kita yang tercinta KLabupaten Banyumas. Di negara manapun di dunia pelayanan kesehatan yang langsung aksesnya terhadap masyarakat, terutama yang mengampu upaya promotif maupun preventif tidak dibebani pendapatan. Bahkan pembiayaan seluruhnya dari pemerintah. Pemerintah wajib menyediakan public good untuk masyarakat. Kira-kira 2 tahun yang lalu saya mengemukaakan tentang target yang dibebankan Pemda terhadapa PKM, sebetulnya agak berlebihan. Saya mengusulkan penghapusan target dan pendapatan PKM jangan dijadikan Pendapatan Daerah. waktu itu DPD Pusat yang dipimpin Bp Kyai Chalwani akan mempertimbangkan hal itu, tetapi mungkin karena sifat otonomi Daerah sehingga sampai saat ini pkm masih dibebani target dan semua pendapatan disetorkan ke Pemda.
Di Kabupaten Banyumas Perda mengatur mengenai pengembalian setoran. Dalam Perda dinyatakan bahwa pendaspatan PKM 100% dikembalikan ke PKM. Ternyat Pemda sampai hari ini belum mentaati Perda tersebut, lagi lagi klarena kesulitan keuangan daerah. Sebaiknya untuk pelayanan publik seperti PKM dapat kelonggaran lebih dalam pengelolaan keuangan. Sekarang yang klita alami di PKM pengembalian keuangan tidak sesuai, dan klaimnya sangat terlambat. Bagamana ini solusinya. kalau dibiarkan terus menerus PKM akan collaps dan tidak dapat melayani masyarakat dengan baik, apalagi dengan standar mutu yang harus diterapkan. Walah ...sulit ya. Yang ngawur siapa !. Segitu aja ah, Salam dari Kemranjen
Di Kabupaten Banyumas Perda mengatur mengenai pengembalian setoran. Dalam Perda dinyatakan bahwa pendaspatan PKM 100% dikembalikan ke PKM. Ternyat Pemda sampai hari ini belum mentaati Perda tersebut, lagi lagi klarena kesulitan keuangan daerah. Sebaiknya untuk pelayanan publik seperti PKM dapat kelonggaran lebih dalam pengelolaan keuangan. Sekarang yang klita alami di PKM pengembalian keuangan tidak sesuai, dan klaimnya sangat terlambat. Bagamana ini solusinya. kalau dibiarkan terus menerus PKM akan collaps dan tidak dapat melayani masyarakat dengan baik, apalagi dengan standar mutu yang harus diterapkan. Walah ...sulit ya. Yang ngawur siapa !. Segitu aja ah, Salam dari Kemranjen
Senin, 19 Oktober 2009
Tukang Cukur dan High Quality Service
Sudah lama hal ini akan saya tulis, tetapi agak memalukan bagi saya sebagai orang yang setiap kali diharapkan memberi pelayanan yang baik dan memenuhi standar mutu.Setiap kali saya dan anak saya akan potong rambut maka kami kirim sms pada tukung cukur tersebut. Dengan cepat diberi jawaban, Harap datang jam sekian dan menit sekian. Kami datang ditempat tukung cukur tersebut 5 menit sebelum jam perjanjian. Tukang cukur masih menyelesaikan pasien tedahulu. Pas jam yang ditentukan pasien yang terdahulu selesai dan segera saya dipersilahkan untuk giliran selanjutnya. Pasien yang menunggu di tempat dan tidak mengadakan perjanjin dipersilahkan menunggu atau dipersilahkan jalan-jalan lebih dahulu dan diberi jadwal gilirannya. Contoh tersebut sangat mengusik hati saya sebagai Kepala Puskesmas. kami suidah mendeklarasikan pelayanan dengan standar mutu yang baik, ternyata dalam pelaksanaannya belum sepenuhnya tercapai, apalagi mengadakan pelayanan dengan perjanjian. Di RS Banyumaspun pelayanan perjanjian tidak pernah ditepati, satu-satunya yang dfitepati adalah pembayarannya. Contoh tukang cukur tersebut adalah contoh riil. Dari pengalaman saya standar mutu dazri tk cukur tesebut adalah ketepatan waktu dan hasil cukuran yang baik. Mengenai tempat cukur sangat lah sederhana tidak signifikan dengan pelayanannya. marilah kita mencontoh tk cukur tadi dalam memberikan pelayanan. Boleh dicoba, alamatnya sebelah selatan Pasar Wijahan Kecamatan Kemranjen.
Terima kasih dan Salam dari Kemranjen.
Terima kasih dan Salam dari Kemranjen.
Jumat, 16 Oktober 2009
Desa Siaga
Desa Siaga merupakan suatu terobosan atau strategi dalam mengupayakan peningkatan derajat kesehatan masyarakat. Peningkatan tersebut diupayakan melalui pemerataan pelayanan kesehatan dan pendekatan pelayanan kesehatan. Akses masyarakat terhadap pelayanan kesehatan dibuat sedekat mungkin dan lebih mudah.
Untuk mencapai tujuan tersebut, Pemerintah mengembangkan program Polindes. menjadi PKD. Dalam PKD terdapat tambahan pelayanan kesehatan meliputi 16 algoritma, sehingga tidak terbatas hanya pelayanan kesehatan ibu dan anak. Pengembangan PKD ini menjadi landasan awal terwujudnya desa siaga.
Keberhasilaan desa siaga tidak lepas dari optimalisasi peran PKD dan pemberdayaan masyarakat. Upaya kesehatan promotif, preventif dimulai dari pengamatan dan pemantauan masyarakat. Adanya laporan kesehatan dari masyarakat secara dini akan mempermudah penanganan kesehatan selanjutnya. Kegawat daruratan dan bencana juga tidak lepas dari kecepatan pelaporan masyarakat. Sifat gotong royong masyarakat perlu ditingkatkan kembali untuk berhasilnya program desa siaga. Apabila semua potensi masyarakat tersebut dapat dikembangkan maka akan terjadi kemandirian dalam upaya kesehatan .
Demikian, semangat, semangat, Salam dari Kemranjen
Untuk mencapai tujuan tersebut, Pemerintah mengembangkan program Polindes. menjadi PKD. Dalam PKD terdapat tambahan pelayanan kesehatan meliputi 16 algoritma, sehingga tidak terbatas hanya pelayanan kesehatan ibu dan anak. Pengembangan PKD ini menjadi landasan awal terwujudnya desa siaga.
Keberhasilaan desa siaga tidak lepas dari optimalisasi peran PKD dan pemberdayaan masyarakat. Upaya kesehatan promotif, preventif dimulai dari pengamatan dan pemantauan masyarakat. Adanya laporan kesehatan dari masyarakat secara dini akan mempermudah penanganan kesehatan selanjutnya. Kegawat daruratan dan bencana juga tidak lepas dari kecepatan pelaporan masyarakat. Sifat gotong royong masyarakat perlu ditingkatkan kembali untuk berhasilnya program desa siaga. Apabila semua potensi masyarakat tersebut dapat dikembangkan maka akan terjadi kemandirian dalam upaya kesehatan .
Demikian, semangat, semangat, Salam dari Kemranjen
Rabu, 07 Oktober 2009
Survey PAD
Kemarin siang ada survey PAD. Puskesmas II Kemranjen ketiban sampur sebagai sampel survey. Hal pertama yang saya tanyakan mengapa Puskesmas menjadi tempat yang diharapakan menghasilkan PAD. Belum ada jawaban yang kuat untuk menjadikan pusat layanan kesehatan sebagai kontributor pendapatan asli Daerah. Memang akhir-akhir ini Pemda Kabuupaten Banyumas disibukkan dengan anggaran yang sangat kurang, sehingga timbul juga pemangkasan dalam berbagai kegiatan. Pembayaran Jamkesda masih terhutang banyak. Pemberhentian SKTM untuk memasngkas prembengkakan biaya kesehatan. Walaupun hal ini mengandung resiko cukup besar. Apakah dari kekurangan anggaran pembiayaan ini maka seluruh Satker disurvey untuk melihat berapa besar pedapatan satker yang dapat meyumbang pendapatan daerah. Setelah surve ini apa tindak lanjutnya. Kemudian apa yang menjadi resiko satker terutama Puskesmas. Mungkin banyak hal segi positif maupun neatif. Dalam hal ini Puskesmas hanya mohon bahwa pelayanan kepada masyarakat dapat berjalan lancar tanpa ada pembebanan-pembebanan diluar teknis medis.
Demikian, Salam dari Kemranjen
Demikian, Salam dari Kemranjen
Senin, 28 September 2009
UNEG-UNEG
Beberapa hari ini ada banyak kawan yang saya jumpai untuk berbagi uneg-uneg. Hasilnya ternyata sama , mereka juga mau berbagi uneg-uneg dengan saya. Alhasil terjadi diskusi ngalor ngidul ora karuwan. Apapun hasilnya dapat diambil hikmah, bahwa dengan bertemu teman kita bisa saling melemparkan problem masing-masing bahkan juga merupakan problem bersama. Kadang ada hasil yang kita capai merupakan solusi yang akan menjadi resolusi kedepan. Banyak juga yang tidak ketemu karena berbagai hal. Kalau sudah mentok seperti ini, biasa disimpulkan wah ini sudah jamannya, jadi jalani saja hidup ini dasn nikmati. Itulah kesimpulan yang kita dapat, minimal bisa membukakan hati untuk berpikir dan menghadapai hidup dengan lebih positip
Semngat, semanagat Salam dari Kemranjen
Semngat, semanagat Salam dari Kemranjen
UCAPAN IDUL FITRI
SEGENAP KARYAWAH PUSKESMAS II KEMRANJEN MENGUCAPKAN
SELAMAT HARI RAYA IDUL FITRI MOHON MAAF LAHIR DAN BATIN
SELAMAT HARI RAYA IDUL FITRI MOHON MAAF LAHIR DAN BATIN
Selasa, 11 Agustus 2009
Persiapan Puasa
Menjelang Puasa, berita Tv didominasi oleh pemberitaan tentang teroris, sampai bosen. Puskesmas II Kemranjen secara khusus mempersiapkan seluruh sumber dayanya agar dalam melayani masyarakat tidak terkesan lemah letih dan lesu. banyak kegembiraan yang harus didapat dalam menjalani puasa sekaligus memberi pelayanan kepada masyarakat. Keduanya harus seiring dan sejalan sehingga pahalanya berlipat. Kami atas nama Karyawan Puskesmas II Kemranjen mengucapkan selamat berpuasa kepada rekan Puskesmas dimanapun berada. Salam dari Kemranjen dan Selamat menjalankan Ibadah Puasa.
Langganan:
Postingan (Atom)
